Meski jelas namaku adalah Widya Ningsih, namun entah siapa yang pertama kali mencetuskan panggilan icih ini. Semua mengira bahwa adikku, Weny, yang pertama menyebutku demikian karena aku menyebut saudara kembarku, Widya Ningrum, dengan sebutan ium. Dan kami, menyebut kakak pertama kami, Wiwit, dengan sebutan iwit. Yap, nama-nama anak orangtua kami semua berawalan dengan huruf W. Jadi, mudah ditebak bahwa semasa sekolah kami berada pada nomor urut menjelang buntut. :D
Kata Bapak dan Ibu, namaku dan saudara kembarku diperoleh dari mimpi, juga terisnpirasi dari nama gerbang (atau entah apa) di keraton Solo. Maklum, meskipun kami keluarga Tegal yang asli ngapak, mbah putri alias ibu Bapak sebenarnya orang Solo. Tapi bagiku, tidak penting darimana namaku berasal. Yang jelas, aku suka makna namaku. Widya, menurut bahasa Kawi, berarti ilmu pengetahuan. Ningsih, seorang wanita yang penuh welas asih pada sesama. Jadi, jika dirangkai jadi Widya Ningsih berarti seorang wanita berilmu yang penuh kasih. Bagus kaan? :D
Icih emang pedes makanya jadi merek cabe.
Nah, quote di atas benar-benar lebih mencerminkan watak seorang Widya Ningsih daripada arti nama itu secara harfiah. Tidak, aku tidak tersinggung. Bahkan, rasanya jadi ingin beli merek keripik Maicih yang terkenal pedas itu dan kupatenkan atas namaku. Hahaha, sudahlah, Icih.
No comments:
Post a Comment
Feel free to leave your comments or thought about this post!