Bolak-balik seharian membuatku berpikir sesuatu. Yang lama, yang seolah-olah dibuat-buat dan dipikirkan untuk menyenangkan diri sendiri.
Saat aku merasa sendirian, lelah dan ingin teman, rasa ini slalu terulang.
Mengingat dia, yang pernah membuat kenangan pada beberapa lingkaran batu. Mengingat dia, yang pernah ada dan menemani tertawa, menemani seseorang yg ingin aku temani dan seharusnya aku temani, tapi tidak bisa.
Dia, dan orang-orang lain yang menunjukkan pelangi. Yang menunjukkan bahwa dunia juga punya warna merah dan kuning, yang dulu kukira hanya abu-abu dan hitam.
Mungkin ada kecewa saat tahu dia akhirnya kembali ke tempatnya. Tahu akan terjadi, tapi tidak dapat mencegah, terlebih saat beberapa hal berubah. Dan hari-hari selanjutnya terus berlalu. Melalui tempat bernaung itu, melalui beberapa peristiwa. Sampai akhirnya tidak pernah ada sesal atas kepergiannya yang tanpa pamit, tanpa kabar. Setelah derai-derai tawa dan canda di tiap rabu, di bawah rindang yang sejuk dan menaungi.
Beberapa datang, lalu pergi, akan selalu begitu. Silih berganti.
Hanya, satu hal yang aku mengerti, setiap orang yang hadir bukan tanpa alasan. Semua yang membawa tawa, lalu pergi, bukan untuk disesali. Tapi, semua yang telah pergi harus disyukuri karena mereka pernah ada, dia pernah ada, di dalam hidupku. Di situasi yang tepat, karena Allah pasti punya rencana untuk setiap pertemuan dan perpisahan. Karena saat seorang teman pergi, atau tak lagi ada di sisiku, berarti kesempatan untuk yang lainnya berbagi tawa, berbagi rasa.
Dia ada, saat aku tidak mengenal mereka, saat aku tidak mengerti dunia yang baru. Dia pergi, lalu aku mengenal mereka, tahu bahwa bersama mereka itu menghasilkan tawa, ceria, dan banyak cerita. Mereka pergi, lalu aku akan mengenal yang lain yang bisa berbagi kebaikan.
Dan aku bersyukur, karena meskipun dia maupun mereka pergi (atau tidak bisa sesering dulu bersamaku), aku telah punya sekian banyak kenangan dengan mereka. Meskipun tak banyak juga, aku memiliki kenangan tentang dia maupun mereka, yang mampu membuatku tersenyum.
Dia itu siapa? Mereka itu siapa? Itu tidak penting. Saat ini aku tahu bahwa aku harus percaya bahwa Allah tahu yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Siapa yang harus ada saat kapan, siapa yang telah cukup tugasnya menemaniku, atau siapa yang mesti pergi sementara dariku untuk mengajarkanku kepercayaan.
====== @@@ =====
Ada seseorang yang kukira akan terus melindungiku dan kuandalkan, yang mengerti keinginan tanpa dikatakan, lalu berubah dan tak berkabar. Kehadirannya membuatku belajar mempercayai, karena aku tahu dia tidak punya alasan yang kuat untuk mengabaikanku. Dan dia juga pasti menyimpan kenangan-kenangan dan harapan-harapan akan sebuah keutuhan dan keharmonisan.
Ada seseorang yang kukira bisa terus tertawa dan bermimpi bersama, meski hanya sekali tiap pekan, lalu berubah dan pergi. Kehadirannya membuatku tersadar betapa baiknya Allah menghadirkan dia disaat-saat itu, karena beberapa perubahan yang membuatku lelah, juga membuatku menginginkan sesuatu yang mampu menghasilkan perasaan senang dan diterima. Lepas, tidak menjadi orang lain. Bahagia, hanya karena merasa bahwa kehadiranku membawa binar-binar juga untuknya.
Ada seseorang yang datang di hatiku, berada disana, lalu peristiwa-peristiwa berubah, dan kami takkan pernah sama seperti dulu. Segala peristiwa dengannya membuatku tersadar, bahwa saat mencintai seseorang, yang harus terus diingat dan dilakukan adalah untuk terus bersyukur pada Allah dan meningkatkan rasa cintamu pada-Nya, karena atas kehendak Dia-lah rasa itu ada, dan atas kehendak-Nya pula rasa itu bisa hilang. Hadirnya dan tidak adanya saat ingin dia ada di sisiku, menyadarkan aku, bahwa saat ingin ditemani tapi seseorang atau tidak ada seorang pun yang menemani, itu berarti Allah tahu saat itu aku bisa sendiri. Allah tahu kapan seseorang perlu dihadirkan dalam peristiwa hidupku.
Ada beberapa orang, datang perlahan-lahan, lalu mengikat perasaan secara kasat mata, tak terlisankan, apalagi tertulis. Lalu membagi cerita, membagi tawa, kadang rasa duka. Tapi, meski ada kesamaan yang mengikat, roda akan terus berputar, dan lagi-lagi cerita kehidupan akan mengantarkan tiap individu pada tempat yang berbeda.
Saturday, 9 January 2010
Friday, 8 January 2010
Accord
Accord, berarti persetujuan. Kita sering menyebutnya ACC. Kata itu yang dinanti-nanti dari kemarin. Akhirnya, setelah persetujuan itu diperoleh, sedikit merasa lega. Lega, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diseleseikan. Nilai, draft, masih belum selesai. Dan sekarang, memikirkan jumlah forum. Sedikit frustasi, tapi aku percaya Allah pasti memberikan pertolongan. Ya, Allah selalu menolong hamba-Nya. Percayalah pada-Nya, maka segala sesuatu akan berjalan dengan semestinya. Maka perasaan tenang yang terasa. Yuk, semangat!^^
Tuesday, 5 January 2010
Sendiri
Sendiri, lagi-lagi sendiri. Terkadang hati memprotes kesendirian ini. Ingin teman. Ingin ditemani. Oleh siapa? Semua sudah punya aktivitas. Semua punya rasa letih. Semua punya alasan untuk menghindar dan menolak. Padahal tidak tertolak, hanya tak terkata bahwa inginkan teman. Inginkan seseorang duduk di dekat. Sedih. Iya, rasanya kesendirian mampu mendebarkan hati. Tapi, tak boleh menyurutkan semangat. tak boleh mengendurkan tekad.
Januari adalah batas terakhir.
Februari harus mampu tersenyum.
Hanya aku yang mampu. Orang-orang berkata begitu. Baiklah jika itu yang perlu diwujudkan. Biar, meski terasa sepi.
I'm only a girl looking for her dream..
Subscribe to:
Comments (Atom)