Saturday, 28 March 2020

The Don’t Worry Book by Todd Parr


Tadi pagi, untuk memastikan Fatih belajar sebelum buka YTKids, ibu ikut menemani Fatih di depan chromebooknya. Kita bareng-bareng nonton The Don’t Worry Book by Todd Parr yang ada di menu Literacy di WRDSB@Home. Fatih berkali-kali bilang, "I'm worried of noise." Iya, Ibu ngerti, Fatih suka sebel tiap lagi baca buku terus Ahsan malah ngoceh nunjuk2 bukunya. 😅

Selesai nonton ini, ibu langsung clear message di WhatsApp. Karena sejujurnya, terlalu banyak info berseliweran bikin pusing. 


"Worrying happens when you think too much of the problems you feel afraid of. " - Todd Par

Sunday, 15 March 2020

Oh Covid-19 (2)

Satu minggu terakhir, penyebaran virus corona penyebab Covid-19 lebih cepat, jumlah pasien teridentifikasi positif di Ontario meningkat dari 22 orang menjadi 59 orang hanya dalam kurun 1 minggu. Semua kegiatan yang sifatnya mengumpulkan lebih dari 50 orang disuspend, public school ditutup, March break yang tadinya hanya 1 minggu diperpanjang. Bahkan, UWaterloo yang terkenal jarang menutup universitas di saat cuaca buruk pun membatalkan kegiatan perkuliahan selama seminggu.

Sejujurnya, aku panik. Kepanikanku cenderung egois, karena masa studi tinggal beberapa minggu saja, juga sedang kejar tayang dengan paper. Panik jika kampus benar-benar ditutup, mau belajar dimana, mau menyelesaikan paper gimana, karena working from home bukanlah opsi buatku yang pernah mengalami pengalaman hampir gagal melanjutkan studi.


Saturday, 7 March 2020

Oh, Covid-19

Kemarin, saat sedang serius merangkum paper untuk Master's research paperku, tiba-tiba mendapat pesan singkat dari suami yang berisi satu link berita mengenai satu orang pasien dikonfirmasi positif Covid-19 di Waterloo Region. Beberapa menit kemudian, muncul juga email dari kampus mengabarkan hal yang sama. Sekolah Fatih pun ternyata mengirimkan email tentang hal tersebut.

Ada beberapa hal menarik yang menjadi perhatianku terkait penyampaian berita penting ini:

Pertama, berita ini disampaikan dengan tetap menjaga tone netral dan optimis atas kasus ini. Pejabat Public Health setempat tetap menekankan bahwa risiko di Waterloo Region masih rendah. Bahkan, risiko di Ontario pun masih dikatakan rendah meskipun sampai dengan saat ini total pasien positif Covid-19 mencapai 22 orang di Provinsi Ontario. 

Agak mengherankan bagi kami bahwa dengan jumlah kasus yang tidak sedikit ini, otoritas kesehatan masih menggolongkan dalam risiko rendah. Tapi, pengukuran risiko, kan, tidak hanya berdasarkan risiko inheren. Risiko yang tinggi bisa menjadi rendah apabila didukung oleh proses mitigasi yang memadai. Kita semua sadar bahwa sebagian besar masyarakat pasti resah dengan penyebaran wabah Covid-19 ini di seluruh dunia. Otoritas kesehatan di Kanada telah memiliki robust protokol (seperti dapat dilihat di Ontario's website) dan fasilitas yang memadai untuk mencegah penyebaran virus ini sehingga mereka percaya diri bahwa risiko Covid-19 masih tergolong rendah. Selain itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk tidak panik maupun menciptakan kepanikan dalam situasi buruk.