Monday, 16 May 2016

Kerendahan Hati

Poem by Douglas Malloch (Source: Pinterest)
Karya Taufik Ismail


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya...

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu...
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri... 

Wednesday, 9 March 2016

Gerhana

Gerhana kali ini, suasana benar-benar terasa seperti malam. Tiba-tiba terdengar suara jangkrik dan burung-burung seakan kalang kabut kembali ke sarang. Ramai, seperti suasana sore menjelang matahari terbenam. Subhanallah, ini sungguh ayat Allah.

Dari dapur rumahku, tidak bisa melihat gerhana secara persis, karena pandangan ke matahari tertutup ranting pohon tetangga. Tapi, aku bersyukur, jadi tidak bertingkah norak. Jadi bisa mengamati perubahan perilaku heawan-hewan saat gerhana terjadi. Saat binatang malam beraktivitas, dan burung-burung kembali pulang.

Langit gelap, dan aku takut tiba-tiba kiamat. Karena sedang berhalangan sholat, jadi seperti kurang kerjaan dapur-kamar hanya untuk memastikan Fatih baik-baik saja.

Dan, saat bulan telah melewati matahari, suara kokok ayam jago terdengar dari kejauhan. Burung-burung berkicau seakan menyambut pagi (lagi). Subhanallah, betapa Allah sungguh sempurna menciptakan makhlukNya.




Tuesday, 1 March 2016

Mulutmu (Jarimu) Harimaumu

"If you wouldn't write it and sign it, don't say it." Earl Wilson

Kenapa aku sangat hati-hati dalam berbicara dan memilih kata-kata sekarang?  (Meskipun seringnya masih kelepasan mencela teman atau keluarga). Karena, sumber segala masalah seringnya hanyalah mulut yang tidak dijaga. Benar bahwa mulutmu,  juga jarimu, adalah harimaumu.

Pernah dengan pongahnya bangga saat teman berkata "Icih emang pedas,  makanya jadi merk cabe." Pernah juga bangga karena bisa melepaskan apa saja tanpa berpikir,  termasuk kata-kata pedas (dan kentut 😅). *Sejujurnya, sampai sekarang juga masih bangga, karena itu ada dalam DNA, dalam antigen dan antibodi golongan darah B yang akan berkata hitam jika hitam dan putih jika putih, juga (eh).  You know what I mean by seeing the picture. 

Displaying Mulutmu harimaumu - "I...

Tapi,  siapa yang tidak tahu bahwa bahkan tangan dan kaki saja bisa bicara di hari perhitungan nanti,  apalagi lidah. Lidah ini akan diperhitungkan kelak. Allah itu Maha Adil. Makanya, dulu sering bersyukur tiap kena sariawan, karena semoga jadi penggugur dosa-dosa yang dilakukan lidah ini. Omong-omong, sampai sekarang aku masih rutin kena sariawan. Ini kurang vitamin atau masih kebanyakan dosa? 😷

Displaying Mulutmu harimaumu - "I...

Wednesday, 10 February 2016

Tentang Nama

Meski jelas namaku adalah Widya Ningsih, namun entah siapa yang pertama kali mencetuskan panggilan icih ini. Semua mengira bahwa adikku, Weny, yang pertama menyebutku demikian karena aku menyebut saudara kembarku, Widya Ningrum, dengan sebutan ium. Dan kami, menyebut kakak pertama kami, Wiwit, dengan sebutan iwit. Yap, nama-nama anak orangtua kami semua berawalan dengan huruf W. Jadi, mudah ditebak bahwa semasa sekolah kami berada pada nomor urut menjelang buntut. :D

Kata Bapak dan Ibu, namaku dan saudara kembarku diperoleh dari mimpi, juga terisnpirasi dari nama gerbang (atau entah apa) di keraton Solo. Maklum, meskipun kami keluarga Tegal yang asli ngapak, mbah putri alias ibu Bapak sebenarnya orang Solo. Tapi bagiku, tidak penting darimana namaku berasal. Yang jelas, aku suka makna namaku. Widya, menurut bahasa Kawi, berarti ilmu pengetahuan. Ningsih, seorang wanita yang penuh welas asih pada sesama. Jadi, jika dirangkai jadi Widya Ningsih berarti seorang wanita berilmu yang penuh kasih. Bagus kaan? :D

Icih emang pedes makanya jadi merek cabe.

Nah, quote di atas benar-benar lebih mencerminkan watak seorang Widya Ningsih daripada arti nama itu secara harfiah. Tidak, aku tidak tersinggung. Bahkan, rasanya jadi ingin beli merek keripik Maicih yang terkenal pedas itu dan kupatenkan atas namaku. Hahaha, sudahlah, Icih.

English Fruitcake Perdana

Ini pertama kalinya posting tentang makanan juga pertama kalinya posting setelah vakum nge-blog sekian lama. Hohoo, hobi baruku selain baca buku adalah.. memasak!! ^^ Yup, hobi ini memang muncul sejak menikah. Istri mana yang tidak ingin diakui oleh suami. Ibu mana yang tidak ingin memberikan kenangan rasa pada anak-anaknya. Yang jelas bukan aku. :)

Meskipun seringnya mood jadi turun drastis tiap masakan yang dibuat dengan susah payah masih tersisa banyak, tapii seakan tidak ada kata kapok alias menyerah.English Fruitcake ini sebenarnya dibuat secara kebetulan. Kebetulan ada sisa manisan oleh-oleh dari Guci, Tegal, yang cukup banyak. Kebetulan juga sewaktu konsinyering di Hotel Santika, Bogor, ada menu coffee break penuh sukade yaitu si English Fruitcake ini. Jadilah saat konsinyering pikiranku teralihkan dari yang tadinya serius rapat jadi sibuk dalam pencarian resep (jangan ditiru karena ini jelas-jelas perbuatan makan gaji buta). Ampuni hamba, Ya Allah..

Resep English Fruitcake ini, aku dapat dari blog NCC dan blog just try and taste, terus dimodifikasi sesuai ketersediaan bahan.