Tuesday, 1 March 2016

Mulutmu (Jarimu) Harimaumu

"If you wouldn't write it and sign it, don't say it." Earl Wilson

Kenapa aku sangat hati-hati dalam berbicara dan memilih kata-kata sekarang?  (Meskipun seringnya masih kelepasan mencela teman atau keluarga). Karena, sumber segala masalah seringnya hanyalah mulut yang tidak dijaga. Benar bahwa mulutmu,  juga jarimu, adalah harimaumu.

Pernah dengan pongahnya bangga saat teman berkata "Icih emang pedas,  makanya jadi merk cabe." Pernah juga bangga karena bisa melepaskan apa saja tanpa berpikir,  termasuk kata-kata pedas (dan kentut 😅). *Sejujurnya, sampai sekarang juga masih bangga, karena itu ada dalam DNA, dalam antigen dan antibodi golongan darah B yang akan berkata hitam jika hitam dan putih jika putih, juga (eh).  You know what I mean by seeing the picture. 

Displaying Mulutmu harimaumu - "I...

Tapi,  siapa yang tidak tahu bahwa bahkan tangan dan kaki saja bisa bicara di hari perhitungan nanti,  apalagi lidah. Lidah ini akan diperhitungkan kelak. Allah itu Maha Adil. Makanya, dulu sering bersyukur tiap kena sariawan, karena semoga jadi penggugur dosa-dosa yang dilakukan lidah ini. Omong-omong, sampai sekarang aku masih rutin kena sariawan. Ini kurang vitamin atau masih kebanyakan dosa? 😷

Displaying Mulutmu harimaumu - "I...

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave your comments or thought about this post!