Monday, 13 April 2026

when they need you, but

Most of the time, when problems occur, she turns into that little girl—full of resentment toward the adults who dragged their children into suffering.
.
.
.
.
.
Because that "little girl" remembers that adults weren't reliable. 

Wednesday, 7 January 2026

Aku Selemah-lemahnya Manusia

Kemarin sore, sudah ketiga kalinya mendapati anak kecil itu, yang lusuh dengan karungnya, di teras Yogya.
Setiap kali melihat anak itu, yang muncul hanya rasa marah, juga sedih. Karena, setiap kali itu, aku hanya bisa menjadikannya sebagai bahan renungan, tanpa bisa mengulurkan tangan sekali pun.
Pertama kali melihatnya, saat itu lepas Magrib, aku baru selesai berbelanja. Sambil menunggu ojek, pandanganku mendadak tertuju pada sosok anak kecil, yang sedang menelungkup, di atas karung yang masih kosong. Badannya kecil, seperti Ahsan. Aku cuma tertegun, anak kecil seumuran Ahsan (atau mungkin seumuran Fatih dengan badan sekecil Ahsan), duduk sendirian di pinggir jalan, dengan karung (yang berarti dia ngga sedang habis bermain, kan), lalu kemana ibu bapaknya?
Seandainya anakku harus mengais nafkah di usia dan tubuh sekecil itu, hatiku pasti sakit sekali. Lalu, tanpa melakukan apapun, sama seperti orang-orang dewasa lain yang berlalu lalang di sekitarnya, aku pulang karena ojek yang kupesan sudah datang.
Pulang sambil menyimpan rasa sesak dan kesal, karena terngiang perkataan seseorang beberapa hari sebelumnya, "Memang sudah kewajiban anak memberi uang ke orangtuanya". Meski ini ditujukan untuk orang dewasa, tapi tetap saja rasanya hatiku tidak merasa pernyataan itu benar.
Dan, di saat aku akhirnya tersadar dari renunganku (tapi sudah terlambat), aku baru teringat bahwa dalam tas belanjaanku ada beberapa makanan, dalam saku celanaku ada selembar uang.
Aku, yang sering tidak bisa bersimpati dengan tepat, benar-benar merasa menjadi selemah-lemahnya manusia.

Tuesday, 23 December 2025

Obrolan Menjelang Tengah Malam

Masih kepikiran tentang hasil diskusi menjelang tengah malam yang benar-benar membuka mataku, yang padahal saat itu tinggal beberapa watt.
Bahwa, menjadi pemimpin atau berada dalam suatu jabatan, artinya seseorang punya tanggung jawab untuk membantu bawahannya belajar. Bukan malah memanfaatkan jabatan untuk menyulitkan orang lain. Bukan malah menggunakan jabatan untuk mempersulit orang-orang yang tidak setuju dengan pilihan pribadinya, yang sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Lalu, flashback pada ucapan beberapa orang yg kukenal "Dulu kita juga belajar sendiri." Yang kalau direnungkan lagi, hal itu ngga bisa dijadikan alasan kita memperlakukan orang-orang baru di sekitar kita. Yang ngga bisa dipahami juga olehku, karena dulu ada senior-senior yang sabar mengajari banyak hal, yang sabar menaruh harapan pada aku yang saat itu masih lamban paham. 
Iya, aku juga sering jadi orang yang acuh dengan orang baru, karena terlalu fokus dengan masalah sendiri. 

Thursday, 28 November 2024

Al-Bayyinah

"Ibu, kenapa kamu ngga bisa Al-Bayyinah?"
"Ibu, kenapa Ibu skip Al-Bayyinah?"
"Ibu, kamu sekarang sudah hafal sampai surah apa?"
"Ibu, temen aku ada yang bisa 2 ayat An-Naba."
"Ibu, aku bisa 1 ayat Al-Bayyinah."

Dan sederet pertanyaan dan celetukan lainnya, menyentil Ibu yang banyak kehilangan hafalan surat pendek ini. 😶‍🌫️
Juga, menyadarkan Ibu bahwa bayi ekspresif ibu ternyata berjiwa kompetitif. 😎

Monday, 30 September 2024

Boys

Setiap anak berbeda, bahkan yang lahir dari rahim yang sama pun punya keunikan sendiri.
Yang satu anak visual, akan mengisi waktu dengan baca apapun.
Yang satu anak kinestetik, akan mengatasi rasa bosan dengan bersepeda.
Yang satu wajahnya mirip ayah, tapi golongan darah dan sifat mirip ibu.
Yang satu wajahnya mirip ibu, tapi golongan darah dan sifat mirip ayah.
Allah Maha Adil.

Thursday, 27 January 2022

A Friend Who Always Be Remembered

Today, when I opened my Facebook page, I saw the list of friends who have birthdays today. And suddenly, my heart becomes sad to see his name. A friend, who is really caring and kind, I wish I could say birthday to him, but I can't. 

Wednesday, 29 December 2021

Badmouthing 👄

So, it happens to me now. A coworker, who is known as an envious person, talks behind my back. To my boss, to my subordinate, and maybe to her/my friends. 

Aku paham sebenarnya apa kesalahanku ke dia, aku selalu jadi yang paling terakhir (telat) submit laporanku ke dia. Tapi, sepertinya apapun yang aku lakukan akan dibesarkan kejelekannya. Apa pun. 

I never think about moving to another unit until I experience this. No matter how challenging the workload is, as long as I have a good team that supports each other, work is just a job. But, working with someone that always finds your mistake even a small mistake, or criticizes you behind your back, is somewhat tiring.