Meski jelas namaku adalah Widya Ningsih, namun entah siapa yang pertama kali mencetuskan panggilan icih ini. Semua mengira bahwa adikku, Weny, yang pertama menyebutku demikian karena aku menyebut saudara kembarku, Widya Ningrum, dengan sebutan ium. Dan kami, menyebut kakak pertama kami, Wiwit, dengan sebutan iwit. Yap, nama-nama anak orangtua kami semua berawalan dengan huruf W. Jadi, mudah ditebak bahwa semasa sekolah kami berada pada nomor urut menjelang buntut. :D
Kata Bapak dan Ibu, namaku dan saudara kembarku diperoleh dari mimpi, juga terisnpirasi dari nama gerbang (atau entah apa) di keraton Solo. Maklum, meskipun kami keluarga Tegal yang asli ngapak, mbah putri alias ibu Bapak sebenarnya orang Solo. Tapi bagiku, tidak penting darimana namaku berasal. Yang jelas, aku suka makna namaku. Widya, menurut bahasa Kawi, berarti ilmu pengetahuan. Ningsih, seorang wanita yang penuh welas asih pada sesama. Jadi, jika dirangkai jadi Widya Ningsih berarti seorang wanita berilmu yang penuh kasih. Bagus kaan? :D
Icih emang pedes makanya jadi merek cabe.
Nah, quote di atas benar-benar lebih mencerminkan watak seorang Widya Ningsih daripada arti nama itu secara harfiah. Tidak, aku tidak tersinggung. Bahkan, rasanya jadi ingin beli merek keripik Maicih yang terkenal pedas itu dan kupatenkan atas namaku. Hahaha, sudahlah, Icih.
Wednesday, 10 February 2016
English Fruitcake Perdana
Ini pertama kalinya posting tentang makanan juga pertama kalinya posting setelah vakum nge-blog sekian lama. Hohoo, hobi baruku selain baca buku adalah.. memasak!! ^^ Yup, hobi ini memang muncul sejak menikah. Istri mana yang tidak ingin diakui oleh suami. Ibu mana yang tidak ingin memberikan kenangan rasa pada anak-anaknya. Yang jelas bukan aku. :)
Meskipun seringnya mood jadi turun drastis tiap masakan yang dibuat dengan susah payah masih tersisa banyak, tapii seakan tidak ada kata kapok alias menyerah.English Fruitcake ini sebenarnya dibuat secara kebetulan. Kebetulan ada sisa manisan oleh-oleh dari Guci, Tegal, yang cukup banyak. Kebetulan juga sewaktu konsinyering di Hotel Santika, Bogor, ada menu coffee break penuh sukade yaitu si English Fruitcake ini. Jadilah saat konsinyering pikiranku teralihkan dari yang tadinya serius rapat jadi sibuk dalam pencarian resep (jangan ditiru karena ini jelas-jelas perbuatan makan gaji buta). Ampuni hamba, Ya Allah..
Meskipun seringnya mood jadi turun drastis tiap masakan yang dibuat dengan susah payah masih tersisa banyak, tapii seakan tidak ada kata kapok alias menyerah.English Fruitcake ini sebenarnya dibuat secara kebetulan. Kebetulan ada sisa manisan oleh-oleh dari Guci, Tegal, yang cukup banyak. Kebetulan juga sewaktu konsinyering di Hotel Santika, Bogor, ada menu coffee break penuh sukade yaitu si English Fruitcake ini. Jadilah saat konsinyering pikiranku teralihkan dari yang tadinya serius rapat jadi sibuk dalam pencarian resep (jangan ditiru karena ini jelas-jelas perbuatan makan gaji buta). Ampuni hamba, Ya Allah..
Resep English Fruitcake ini, aku dapat dari blog NCC dan blog just try and taste, terus dimodifikasi sesuai ketersediaan bahan.
Subscribe to:
Comments (Atom)